assalamualaikum....
Yang di maksud dengan Lautan hati bagi para pencari mutiara ma,rifat sebenarnya adalah lautan rasa, bagi penempuh jalan ini akan menyelami lautan ini selama betahun-tahun karena mutiara itu berada di kedalaman sana yang amat jauh
selama di dalam penyelaman itu kita akan mengalami bermacam-macam rasa untuk menyelami lautan rasa itu di butuhkan keteguhan hati karena kita akan menyelami ribuan rasa, kita akan berhadapan dengan rasa kekecewaan, kebencian, kemarahan, kedengkian dan seterusnya dan seterusnya, dan rasa inilah yang di sebut dengan hijab atau keakuan kita
kita menyelami lautan rasa ini karena kita menempuh jalani ini di tengah keluarga, sahabat atau masyarakat tapi apabila kita menempuh perjalanan ini dengan mengasingkan diri maka kita tidak menyelami lautan rasa ini ,maaf, syeh abdul qodir zaelani tidak menerangkan lautan rasa ini, karena beliau menempuh jalan ini dengan mengasingkan diri beliau hanya mengatakan untuk menggapai mutiara ma,rifat harus menyelami lautan hati,
Dalam perjalanan ini Seumpama hati kita sedang di hadapkan dengan ujian rasa kedengkian maka hati kita ini akan peka dengan rasa dengki setelah kita melewati ujian rasa kedengkian, kemudian kita di hadapkan lagi dengan ujian rasa kecewa, maka hati kitapun akan peka dengan rasa kekecewaan setelah ujian rasa kekecewaan inipun kita melewatinya lagi, maka kita akan di hadapkan lagi dengan ujian rasa berikutnya dan berikutnya hingga kita mencapai pelepasan diri.
Sesungguhnya hidup itu adalah mengarungi lautan rasa, derita adalah rasa, kecewa adalah rasa ,keinginan adalah rasa, sebenarnya orang-orang yang ridho itu, hatinya sudah terkupas dari sifat-sifat tesebut, dan di balik rasa itulah mutiara itu tersembunyi.
Dan Ujian rasa yang sudah pernah kita lewati tadi telah hancur satu persatu karena zikir kita, sebenarnya penyelaman ini hanya di istilahkan saja, pada hakekatnya adalah penghancuran rasa agar hati kita menjadi kebal dengan segala rasa tersebut ,setelah kekebalan hati kita menjadi kuat dengan segala rasa, maka kita dapat menggapai keridhoan ilahi dan menjadi orang yang kuat.
sebenarnya proses pelepasan diri itu rasanya sangat sakit sekali, sakitnya bukan hanya di badan tapi juga di rohani kalau kita kumpulkan rasa sakitnya dari awal hingga kita mencapai pelepasan diri itu ibaratnya seperti kita menangis sepanjang tahun dengan badan mengindap suatu penyakit terkapar di tempat tidur sendirian, pelepasan diri itu adalah penderitaan walaupun kita anak seorang yang kaya raya apabila kita berusaha melepas kedirian kita pasti hidup kita akan mengalami penderitaan, aku yakin, beliau-beliaupun saat di pengasingan untuk melepas kediriannya sering mengalami sakit-sakitan karena kedirian ini sangat melekat pada kita seperti anak panah yang menancap di tubuh kita kemudian kita berusaha untuk mencabutnya.
Semoga dapat di mengerti dan ada hikmahnya. Assalamualaikum....